Effects :Anda mampu membuat prediksi yang tepat dari kartu pos yang dibagi secara acak oleh sukarelawan
Persiapan :
1. Persiapkannama Negaradari kartu pos yang anda inginkan (misal Indonesia). Beli4 gambar objek wisata yang berbedadari nama negara yang anda prediksi (misalkan anda memilih Indonesia, anda bisa membeli kartu pos bergambar Borobudur, Monas, Danau Toba dan Gunung Krakatau). Beli masing-masing3 lembar kartu pos dari 4 gambar yang berbedatersebut. Total di tangan anda ada12 lembar kartu pos dengan 4 jenis gambar, masing-masing 3 lembar tiap jenisnya, dari negara yang sama.
2. Persiapkan pula36 kartu pos, masing-masing dari negara yang berlainan. Anda sekarang memiliki48 kartu pos(12 kartu pos Indonesia dan 36 kartu pos negara lain)
3. Susun kartu pos dengan urutan :
- 6 Kartu pos pertamadari negara lain,urutan acak
- Mulai kartu ke-7,letakkan kartu pos Indonesia di urutan ganjildan kartu pos negara lain di urutan genap (kartu ke-7 : Indonesia, ke-8 : negara lain, ke-9 : Indonesia, ke-10 : negara lain, dst sampai habis 48 kartu)
4.Buat prediksi dalam amplop tertutup, sesuai dengan nama negara yang anda persiapkan (dalam kasus ini : INDONESIA)
Prosedur :
1.Panggil seorang penonton naik ke atas panggung. Tunjukkan bahwa anda memiliki setumpuk kartu pos dari negara yang berbeda.
2. Jika anda bisa, lakukan"false cut"untuk mengacak kartu tanpa mengubah susunannya. Jika tidak bisa, langsung berikan setumpuk kartu tersebut ke penonton.
3. Minta sang penontonmembagi kartu tersebut dalam posisi tertutup ke atas meja, satu per satu.Perhatikan jumlah kartu yang ia bagi.
4. Setelah sang sukarelawan membagi 5 kartu,katakan bahwa ia boleh berhenti membagi kartu di mana saja. Ingat, anda harus tetap memperhatikan dengan seksama jumlah kartu yang dibagi oleh sang sukarelawan.
5. Jika sang sukarelawanberhenti pada angka ganjil(misalkan membagi 17 kartu di atas meja) suruh iamembuka kartu teratas yang ia bagi di atas meja. Jika sang sukarelawanberhenti pada angka genap(misalkan ia membagi 18 kartu di atas meja) suruh iamembuka kartu paling atas di tangannya.
6. Suruh sang sukarelawanmenyebutkan nama objek wisata/ gambardi kartu pos yang didapat dari poin nomor 5. Minta juga iamenyebutkan nama negara tempat objek wisataitu berasal.
7. Ingatkan bahwa sang sukarelawan memilih sendiri kartunya. Buka ke-48 kartu pos untuk menunjukkan bahwa gambar pada tiap-tiap kartu pos berlainan. Terakhir,buka prediksianda, pasti tepat.
Tips :
1.Jangan menggunakan kartu pos negarayang mudah ditebak gambarnya sebagai prediksi.Gunakan negara seperti China (dengan gambar Tembok Cina, Summer Palace, Forbidden City, dan Temple of Heaven; karena pasti akan lebih susah ditebak daripada objek wisata Indonesia)
2. Saat anda menunjukkan bahwa kartu pos saling berbeda,lakukan saja secara sepintas. Jangan memberi kesempatan pada sang sukarelawan untuk memeriksa secara detail.
3. Ini adalahtrik dasar. Bisa dikembangkan dengan medium selain kartu pos.
APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur denganberapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur denganberapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
Langganan:
Komentar (Atom)